Sabtu, 09 April 2011
Minggu, 03 April 2011
Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
Keanehan Tata Kota Jakarta
OPINI | 31 January 2010 | 19:09
937
15

2 dari 3 Kompasianer menilai Bermanfaat

![]() | ||
Ketika Fauzi Bowo dan pasangannya Prijanto memenangkan pilkada Gubernur Jakarta 2007-2012 sejujurnya saya berharap banyak atas perbaikan tata kota dan transportasi di Jakarta. Betapa tidak, sang gubernur berlatar belakang pendidikan Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universitat Braunschweig Jerman,tamat 1976, dan program Doktor dari Universitas Kaiserlauterm bidang perencanaan, tamat tahun 2000. Beliaupun sudah mengabdi cukup lama, lebih dari tiga puluh tahun di pemerintahan daerah DKI, sehingga mestinya sudah paham betul seluk-beluk birokrasi dan permasalahannya. Kurang apa lagi ?
Tetapi ternyata saya harus kecewa, karena tidak melihat suatu perbaikan yang berarti setelah lebih dari dua tahun kepemimpinannya. Jakarta semakin macet dan tata ruangpun tetap semrawut. Apalagi secara pribadi saya mengalami pengalaman yang buruk beberapa kali, baik dalam kegiatan bisnis maupun kehidupan pribadi saya. Dalam artikel ini saya ingin cerita dua kisah yang masih teramat hangat.
Pengalaman Buruk dalam Bisnis
Di awal tahun 2008, setelah hampir dua puluh empat tahun berkarir di IBM, meniti karir dari bawah sampai ke posisi puncak, sebagai CEO, saya memutuskan untuk beralih jalur dan menjadi pengusaha, agar bisa menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang. Beberapa langkah segera saya lakukan, diantaranya memilih lokasi kantor. Bertahun-tahun, ketika saya berkantor di Jl. Sudirman dan tinggal di Jakarta Selatan, saya harus menembus kemacetan Jakarta di pagi hari ketika pergi ke kantor, dan di malam hari ketika pulang kantor. Jadi, ketika punya kesempatan berbisnis sendiri, saya ingin punya kantor didaerah perkantoran dekat rumah saja, sehingga tidak harus menambah kemacetan kota Jakarta setiap hari. Pilihan jatuh ke gedung perkantoran di Jalan Pangeran Antasari, hanya lima ratus meter dari daerah perkantoran yang sedang berkembang di jalan T.B. Simatupang. Di sana saya menyewa sebuah gedung kantor, yang punya tempat parkir luas. Sesuai persyaratan, saya membayar uang sewa dua tahun di depan. Tidak ada keragu-raguan sedikit pun ketika saya mendekor interior gedung itu dengan teliti, agar nyaman, karena berharap bisnis saya berkembang dan akan berkantor di sana bertahun-tahun. Di sebelah kiri kantor saya ada kantor Geodis Wilson, perusahaan freight forwarding internasional, dan di kanan saya kantor TNT, perusahaan layanan pengiriman yang terkenal. Bila Anda pernah lewat jalan Pangeran Antasari, yang menghubungkan jalan T.B. Simatupang dan blok M, Anda akan lihat bahwa jalannya begitu lebar, lebih dari cukup untuk empat sampai lima jalur mobil, sehingga memang cocok sebagai daerah perkantoran.
Diluar dugaan saya, daerah itu diperuntukkan sebagai daerah perumahan, sehingga dipertengahan bulan Oktober 2009, ketika kegiatan bisnis saya tengah memuncak, kantor yang saya sewa disegel, bersama-sama dengan 60 tempat usaha lainnya di jalan Pangeran Antasari. Apa daya, dengan hati yang dongkol saya harus dengan terburu-buru mencari lokasi kantor baru dan pindah. Timbul pertanyaan di hati saya, bila disana bukan daerah perkantoran, mengapa dibiarkan gedung perkantoran bertingkat berdiri disana ? Kalau gedung itu tidak ada, tentunya saya dan penyewa gedung lainnya, tidak akan terkecoh dan mengeluarkan uang dan waktu begitu banyak untuk membayar uang sewa dan merenovasi interiornya dengan sia-sia.
Pengalaman Buruk Sebaliknya di Rumah
Seakan tidak cukup hanya di kantor, di rumah pun kami mengalami pengalaman buruk pada posisi sebaliknya. Sejak tahun 1998 kami tinggal di jalan kecil di daerah Ragunan, sangat dekat dengan kebun binatang ragunan. Kami memilih tinggal di sana karena daerah nya yang sejuk dan rimbun. Secara bertahap kami beli tanah dari penduduk di sana, hingga luas tanah kami mendekati tiga ribu meter persegi. Ketika mengajukan ijin bangunan, jelas betul bahwa peruntukannya adalah perumahan dengan koefisien dasar bangunan lima belas persen. Jadi hanya lima belas persen saja dari luas tanah yang boleh di tutupi bangunan. Dengan patuh kami turuti persyaratan itu, sehingga sebagian besar tanah kami tanami rumput hijau dan pepohonan yang rindang. Bermacam-macam pohon buah kami tanam disana ; rambutan, belimbing, duren, sawo, kelapa, melinjo, jambu air dll. Daerah ini memang di peruntukan sebagai daerah resapan, itu sebabnya koefisien dasar bangunannya sangat rendah. Selama lebih dari sepuluh tahun kami menikmati ketenangan dan kenyamanan tinggal di daerah hijau ini. Setiap hari, sesudah penat bekerja di kepadatan kota Jakarta, pulang kerumah rasanya begitu nyaman dengan kesegaran, ketenangan dan kehijauan rumah kami. Hilang rasanya semua kepenatan hari itu.
Rupanya ketenangan itu kini tidak bisa kami nikmati lagi. Di tanah kosong disebelah rumah kami kini tengah di bangun gedung perkantoran milik Bank Rakyat Indonesia ( BRI ). Gedung bertingkat yang sejauh ini sudah dibangun delapan lantai ini sungguh bising pembangunannya, dan dikerjakan siang dan malam. Ketika tiang pancang pondasi nya di tanam, bukan hanya bunyi hantamannya yang sangat gaduh, dinding dan kaca rumah kami pun bergetar dibuatnya. Bagi kami sungguh aneh, bahwa di tengah-tengah perumahan yang asri ini, tiba-tiba muncul gedung bertingkat tinggi. Bagaimana nasibnya koefisien bangunan yang lima belas persen ? Bagaimana dengan peruntukan tanah untuk perumahan di daerah ini ? Apakah dengan mudahnya bisa di ubah menjadi daerah perkantoran ? Apakah dengan mudahnya koefisien bangunan bisa di tambah ? Tidak adakah batasan ketinggian bangunan disini ? Kolam renang yang biasa kami gunakan secara rutin untuk olah ragapun kini tidak lagi dapat kami gunakan. Risih rasanya berenang sementara ada gedung tinggi, yang begitu dekat, penuh dengan jendela kaca menghadap langsung ke kolam renang kami.
Jakarta oh Jakarta….! Kami, bersama dengan enampuluh pengusaha lainnya, diusir dari kantor kami di Jalan Pangeran Antasari, yang begitu lebar jalannya, lebih dari cukup untuk empat atau lima jalur mobil, dengan alasan peruntukannya untuk perumahan. Sementara kenyamanan dan privacy kami di rumah tinggal di daerah perumahan Ragunan di usik dengan dibangunnya gedung perkantoran delapan lantai. Padahal, jalan masuk ke rumah kami adalah jalan perumahan biasa yang sempit. Adakah permainan di balik semua ini ? Entahlah ! Yang jelas, bagi saya semuanya ini sangat tidak masuk akal.
Rabu, 30 Maret 2011
James Cameron’s Avatar: The Game Impressions Of Mass Slaughter
By Michael McWhertor on August 22, 2009 at 11:30 PM
In Avatar, you’ll play as an RDA soldier, essentially tasked with killing every indigenous life form on the planet Pandora that crosses your path. Fortunately, these creatures have been given intimidating names like viperwolves, sturmbeasts and hammerheads. That they generally attack on site—and this includes much of Pandora’s vegetation—helps matters.
It’s all in the matter of science and progress, of course, as Pandora’s rich mineral deposits are needed by an overpopulated, over-harvested Earth. The only thing standing between the RDA’s raping of Pandora are beasts of increasing size and the indigenous humanoids known as the Na’vi.
We got a chance to play the Xbox 360, PlayStation 3 and PC version of James Cameron’s Avatar: The Game at Gamescom this week. We also played the Wii version, which features a different take on the adaptation, which we’ll cover later.
While playing as an RDA soldier, gameplay is mostly standard third-person shooter stuff. The jump, fire and reload buttons are all where we’ve agreed they should be, an easily controlled over-the-shoulder view offering a familiar perspective while navigating through Avatar’s world. You’ll lay waste to Pandora’s flora and fauna with machine gun fire, pistols and flamethrowers, with a set of special skills to mix things up.
You’ll be able to heal your character, make him nearly invisible, Predator-style, as well as call in massive air-strikes with those skills. They’re toggled by holding down the L1/left bumper and tapping a face button. They’ll also take time to recharge, to ensure balance.
During our hands-on demo, we did plenty of viperwolf slaying and clearcutting with our standard weapons load out. We also got a chance to hop into one of the mechanised AMP suits, a towering contraption that offers better firepower and resistance against attacks.
Unfortunately, a massive hammerhead knocked us out of the suit, forcing us to wrap up the human portion of the demo on foot. We were then prompted to switch to the playable Na’vi character.
The alien creatures, which stand at three metres tall and sport deep blue skin, aren’t armed with the same level of technology as their human opponents. They’re more melee focused, with the exception of a bow and arrow set, requiring the player to be a tad more stealthy when engaging in battle. We were quickly put down when faced with a squad of AMP suits and infantry, forcing us to restart that portion of the demo.
The hand to hand combat works just fine, with a trio of short range weapons available at the Na’vi’s disposal. I preferred the dual blades, which offered a more rapid fire attack.
The world of Pandora is full of lush, brightly coloured vegetation, all of which is rendered beautifully. Avatar is said to use the Far Cry 2 engine, which excels at offering realistic plant life. There are few complaints in the visual department, with the exception of the game’s erratic frame rate, which appeared to suffer more during the Na’vi levels.
James Cameron’s Avatar: The Game is slated to hit the US in November, Europe in December. We’re guessing there’s still plenty of work to be done on the game, so that problematic frame rate has time to be smoothed out. We’ll let you know.
Merubah Baground Facebook
Merubah Baground Facebook
Mo share cara rubah background FB. Aku dapat dari nickname [E]mily. Jadi kalo sudah ada yang bisa jangan ngetawain yah.. :P~
Ok, biar gak penasaran kita langsung menuju TKP.
Pertama kamu donlot ini dulu. Kemudian restart Firefox-nya.
Kedua, masuk ke sini. Setelah itu pilih style yang kamu suka
Ketiga, klik load into stylish. Beres deh.
Selanjutnya tinggal kamu buka FB kamu. Oke, Met mencoba yak!!
Ok, biar gak penasaran kita langsung menuju TKP.
Pertama kamu donlot ini dulu. Kemudian restart Firefox-nya.
Kedua, masuk ke sini. Setelah itu pilih style yang kamu suka
Ketiga, klik load into stylish. Beres deh.
Selanjutnya tinggal kamu buka FB kamu. Oke, Met mencoba yak!!
Selasa, 29 Maret 2011
RENCANA PROGRAM/KEGIATAN TA 2011 DILINGKUNGAN DINAS TATA KOTA – KOTA BATAM
Sesuai tugas pokok dan Fungsinya, Dinas Tata Kota – Kota Batam melaksanakan kewengan Pemerintah Kota di bidang Penataan Kota. Tugas tersebut dijabarkan dalam pelayanan dan pembangunan pada program-program Penataan Ruang, Perumahan Permukiman, Pengembangan dan Peningkatan utilitas Perkotaan dan Pembangunan Sarana Prasarana Bangunan.
Adapun Rincian Rencana Program/Kegiatan pada TA 2011 di maksud adalah sebagai berikut :
JUMLAH KESELURUHAN 44.583.838.095
Adapun Rincian Rencana Program/Kegiatan pada TA 2011 di maksud adalah sebagai berikut :
| No | Kegiatan | Lokasi Kegiatan | Volume | Jumlah (Rp.) |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 1 | Penataan Dataran Engku Putri | Batam Centre | 1 Paket | 2.310.272.375 |
| 2 | Kegiatan Inventarisasi Prasarana dan Sarana Dasar (PSD) Lingkungan Kota Batam | Kota Batam | 1 Paket | 200.000.000 |
| 3 | Penyusunan Amdal Kebun Raya Kota Batam | Kota Batam | 1 Paket | 290.000.000 |
| 4 | Pembangunan Batu Miring Kota | 2.829.340.000 | ||
| Kec Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec.Bengkong | 1 Paket | ||
| Kec Sekupang | 1 Paket | ||
| Kec. Sekupang | 1 Paket | ||
| 5 | Pendampingan PLP2K – BK dan Perumahan Nelayan | 291.000.000 | ||
| Kel. Sijantung | 1 Paket | ||
| Kec. Sei beduk | 1 Paket | ||
| 6 | Pembangunan Saluran Permukiman Kota | 736.075.000 | ||
| Kec. Bengkong | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Batu Ampar | 1 Paket | ||
| 7 | Pembangunan Semenisasi Jalan Kota Batam Wilayah I | 1.767.100.000 | ||
| Bukit Ayu Lestari | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| 8 | Pembangunan Semenisasi Jalan Kota Batam Wilayah II | 1.376.000.000 | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| 9 | Pembangunan Semenisasi Jalan Kota Batam Wilayah III | 1.464.500.000 | ||
| Kec. Sekupang | 1 Paket | ||
| Kec. Sekupang | 1 Paket | ||
| Kec. Sekupang | 1 Paket | ||
| Kec Lubuk Baja | 1 Paket | ||
| Kec Lubuk Baja | 1 Paket | ||
| 10 | Pembangunan Semenisasi Jalan Kota Batam Wilayah IV | 1.759.000.000 | ||
| Kec. Bengkong | 1 Paket | ||
| Kec. Bengkong | 1 Paket | ||
| Kec. Batam Kota | 1 Paket | ||
| Kec Batu Ampar | 1 Paket | ||
| 11 | DAK Perumahan dan Permukiman Kota Batam | Kota Batam | 1 Paket | 4.002.600.000 |
| 12 | Pembangunan Bangunan PSU RUSUNAWA | 3.181.416.000 | ||
| Sekupang | 1 Paket | ||
| Sekupang | 1 Paket | ||
| Sekupang | 1 Paket | ||
| Sekupang | 1 Paket | ||
| 13 | Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SD/SMP | 16.317.575.900 | ||
| Kec. Batam Kota | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| 14 | Penataan Lingkungan Kantor Dinas Bersama | Batam Centre | 1 Paket | 1.324.350.000 |
| 15 | Pembangunan Gedung Mapolsek | Kec. Sagulung | 1 Paket | 2.238.263.350 |
| 16 | Renovasi Gedung Makodim 0316 Batam | Kec. Batu Ampar | 1 Paket | 862.700.000 |
| 17 | Penataan Bukit Clara | Batam Centre | 1 Paket | 815.017.970 |
| 18 | Penataan Perbaikan Renovasi Tempat Ibadah dan Fasilitas Umum Lainnya | 1.919.427.500 | ||
| Masjid Raya Kota Batam | 1 Paket | ||
| Kec. Nongsa | 1 Paket | ||
| 19 | Pembangunan dan Peningkatan Fasum dan Fasos Kota Batam | 899.200.000 | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sei Beduk | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung | 1 Paket | ||
| Kec. Sagulung |
Program Gedung Kesenian Jakarta februari 2011
Dear Para Sahabat Gedung Kesenian Jakarta,
Di bulan Maret ini akan ada pementasan dari seniman seniwati dari negara sahabat Brunei Darussalam “Best of ASEAN Performing Arts VII – Brunei’s Legacy serta Pagelaran Reuni Ketoprak Humor. Dan nantikan program Gedung Kesenian Jakarta dibulan April; Road Teater dan PADNEÇWARA dan dibulan Mei; Sirkus Kontemporer “Mobile” oleh Cie Chabatz d’Entrar . Semoga pementasan dibulan ini dapat dinikmati oleh para sahabat Gedung Kesenian Jakarta.
Segenap Pimpinan dan Staff Gedung Kesenian Jakarta mengucapkan:
“Selamat Tahun Baru Çaka 1933”
====================================================================================================================
PROGRAM
GEDUNG KESENIAN JAKARTA MARET 2011
===========================================================================================
Selasa, 1 Maret 2011 Pkl. 19.00 WIB | Tuesday, March 1, 2011 – 7 p.m.
Best of ASEAN Performing Arts VII – Brunei’s Legacy
The Best of ASEAN Performing Arts is a series of cultural events held in Jakarta that showcases the richness and diversity of performing arts in the region, with purpose to promote ASEAN awareness through the region's rich and diverse cultures as well as to acknowledge the important role that Jakarta has played over the last 34 years as the host city of the ASEAN Secretariat. As the Seventh ASEAN country to participate in this Series, Brunei Darussalam will be presenting an evening of entertainment entitled “Brunei’s Legacy”, which offers the audiences a rare opportunity to enjoy Bruneian folk drama, dance and music. This performance will be presented to you into two segments titled ‘Tragedi’ and ‘Durhaka’,
This event is brought to you by the ASEAN Secretariat and the Ministry of Culture, Youth and Sports of Brunei Darussalam.
Dress Code: National/ Lounge Suit - Batik Long Sleeve
Free Admission,
Please RSVP to 7243372 ext. 331 or 270 or email to RSVP: Secretariat – Ph: (021) 726 2991 ext. 331 (Ms. Rahmi) / ext. 270 (Ms. Jatu)
Email: ciu@asean.org
==========================================================================================
Senin, 21 Maret 2011 – Pkl. 19.00 WIB | Monday, March 21, 2011 – 7 p.m.
Pagelaran Reuni Ketoprak Humor
Sutradara: Aries Mukadi
Pemain: Tarzan, Doyok, Eko DJ, Kadir, Nunung, Tessy, Kirun, Marwoto, dll
Informasi Undangan: Ibu Dien 0817 180207
Informasi : Gedung Kesenian Jakarta: Roelly 021- 3808283, 3441892
Tiket: tiket@gedungkesenianjakarta.co.id
==========================================================================================
Terimakasih atas perhatiannya untuk:
· Pembelian dan pemesanan tiket pertunjukan pada hari Selasa sampai Sabtu, Pukul 10.00 – 16.00 wib
· Pemesanan tiket paling lambat 5 hari (hari kerja) sebelum hari pementasan.
· Pengambilan tiket paling lambat 2 hari sebelum hari pertunjukan.
· Diharap kehadirannya 30 menit sebelum pertunjukan dimulai
· Berpakaian rapi, tidak menggunakan celana pendek, tidak menggunakan sandal
· Tidak membawa makanan dan minuman ke dalam auditorium
· Tidak boleh mendokumentasikan pementasan dengan alat elektronik apapun (kamera, kamera video, kamera HP, dll).
· Pembelian dan pemesanan tiket pertunjukan pada hari Selasa sampai Sabtu, Pukul 10.00 – 16.00 wib
· Pemesanan tiket paling lambat 5 hari (hari kerja) sebelum hari pementasan.
· Pengambilan tiket paling lambat 2 hari sebelum hari pertunjukan.
· Diharap kehadirannya 30 menit sebelum pertunjukan dimulai
· Berpakaian rapi, tidak menggunakan celana pendek, tidak menggunakan sandal
· Tidak membawa makanan dan minuman ke dalam auditorium
· Tidak boleh mendokumentasikan pementasan dengan alat elektronik apapun (kamera, kamera video, kamera HP, dll).
=========================================================================================
NEXT PROGRAM
APRIL
Jumat – Sabtu, 8 & 9 April 2011, pukul 20.00 WIB
Pementasan ROAD Teater ”Macbeth” – a Tribute to William Shakespeare
Karya : William Shakespeare, Adaptasi: Rendra, Sutradara: Amien Kamil
Tiket: Rp. 50.000,- dan Rp. 40.000,- (balkon)
Sabtu – Minggu, 30 April – 1 Mei 2011, pukul 20.00 WIB
“SAVITRI” karya Retno Maruti , Direktur Artistik: Sentot S
Persembahan 35 tahun PADNEÇWARA (1976 – 2011)
Mei
Selasa, 31 Mei 2011 – Pk. 20.00 WIB
Pertunjukan Sirkus Kontemporer “Mobile” oleh Cie Chabatz d’Entrar
Terselengara atas kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) di Jakarta
--------------------------------------------------------ooooooooooooooooo----------------------------------------------------------------
Putu Dewiyanti Delim/ Hp:08128245167
Gedung Kesenian Jakarta | Jakarta Performing Art Theater
Jl. Gedung Kesenian Jakarta No. 1 Jakarta 10710
T. 021- 380 8283, 344 1892 F. 021- 381 0924
gkj@pacific.net.id | www.gedungkesenianjakarta.co.id
Group FB: GEDUNG KESENIAN JAKARTA | Tweeter: @Gedung Kesenian
Blogspot: gedungkesenianjakarta.blogspot.com | Multiply: gedungkesenian.multiply.com
Langganan:
Postingan (Atom)

